Jumat, 14 September 2012

Siapakah yang Ukhti Pilih?

ini ada artikel bagus ....semoga bermanfaat buat kita yang masih sendiri dan ingin mendapatkan jodoh yang baik....semoga bermanfaat....
Siapakah yang Ukhti Pilih?

Kategori: Nasihat Untuk Muslimah

Penyusun: Ummu Ibrohim (Bulletin Zuhairoh)

Muroja’ah: Ust. Aris Munandar
Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.


Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Tentu kita tidak ingin bahtera tumah tangga yang sudah terlanjur kita arungi bersama laki-laki yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan, karena tentu ini akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan, baik luka bagi kita maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada. Lagipula, kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala, Robb sekaligus Illah kita satu-satunya sangat membenci perceraian, meskipun hal itu diperbolehkan jika memang keduanya merasa berat. “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Itulah slogan yang biasa dipakai untuk masalah kesehatan. Dan untuk masalah kita ini, yang tentunya jauh lebih urgen dari masalah kesehatan tentu lebih layak bagi kita untuk memakai slogan ini, agar kita tidak menyesal di tengah jalan.
Saudariku muslimah, sekarang banyak kita jumpai fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan hati. Banyak dari saudari-saudari kita yang terpesona dengan kehidupan dunia, sehingga timbul predikat ‘cewek matre’, yaitu bagi mereka yang menyukai laki-laki karena uangnya. Ada juga diantara saudari kita yang memilih laki-laki hanya karena fisiknya saja. Ada juga diantara mereka yang menyukai laki-laki hanya karena kepintarannya saja, padahal belum tentu kepintarannya itu akan menyelamatkannya, mungkin justru wanita itu yang akan dibodohi.
Sebenarnya tidak mengapa kita menetapkan kriteria - kriteria tersebut untuk calon pasangan kita, namun janganlah hal tersebut dijadikan tujuan utama, karena kriteria-kriteria itu hanya terbatas pada hal yang bersifat duniawi, sesuatu yang tidak kekal dan suatu saat akan menghilang. Lalu bagaimana solusinya ? Saudariku, sebagai seorang muslim, standar yang harus kita jadikan patokan adalah sesuatu yang sesuai dengan ketentuan syariat. Karena hanya dengan itu kebahagian hakiki akan tercapai, bukan hanya kebahagian dunia saja yang akan kita dapatkan, tapi kebahagiaan akhirat yang kekal pun akan kita nikmati jika kita mempunyai pasangan yang bisa diajak bekerjasama dalam ketaatan kepada Allah.
Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain:
1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, “Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?” Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.”
2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.
“Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi)
Ibnu Taimiyah berkata, “Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.” (Majmu’ Fatawa 8/242)
3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh.
4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai.
5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita.
6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani.
7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala.
Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a.

Kamis, 13 September 2012

Takdir

Kita kadang kecewa, sedih, galau, itu manusiawi, namun, semua itu musti kita sikapi dengan bijak dan mulailah berbenah diri karena bisa jadi rasa itu ada akibat kita tidak menerima takdir yang diberikan Allah untuk kita.

Semua yang terjadi tidak luput dari campur tangan Allah, tugas kita itu menjalani hidup, berusaha dan berdoa, semua bersumber pada satu, berharap ridho Allah. 

Hanya dengan rahmat Nya, kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, bergegaslah sobat...

Perjalanan kita masih panjang...


Selasa, 11 September 2012

Separuh aku apakah dirimu


Mungkin lagu ini bisa mewakili sesuatu yang pernah kamu dan aku rasakan, sebuah lagu New Peterpan (Noah) - Separuh Aku:

Dan terjadi lagi
Kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang ku jalani
Aku ingin kau merasa
Kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari
Cintamu bukanlah dia
Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu
Ku ada di sini
Pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu
Di dekatmu saat engkau terjatuh
Aku ingin kau merasa
Kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau pahami


Senin, 10 September 2012

Menikah Karena Allah, Dapat Jaminan “KCB” (Kaya, Cinta & Berkah)


Sebuah catatan kecil yang pernah kubaca dari Ustadz Cinta.
Bangganya Nabi Muhammad SAW bila ada di antara umatnya yang menyegerakan diri untuk menikah. Di samping akan menyelamatkan pandangan dan kehormatan, ternyata nikah juga merupakan “Pemandangan Terindah “. Nabi Bersabda: ”Tidak ada pemandangan yang lebih indah dari dua orang (laki – laki dan perempuan ) yang saling mencinta selain menikah.”
Siapa Yang  Menikah Karena Allah, Dapat Jaminan “KCB” (Kaya, Cinta & Berkah)
  1. Siapa yang memutuskan untuk menikah, meskipun saat itu hidupnya masih pas-pasan, dengan menikah ia akan di bikin “Kaya” oleh Allah (Buka QS. An-Nur : 32)
  2. Siapa yang memutuskan untuk segera menikah, Insya Allah akan menemukan “Cinta” dan kasih sayang yang sejati (Mawaddah & Rahmah). Cinta dan kasih sayang sejati itu di tumbuhkan oleh Allah setelah menikah (Buka QS. Ar – Rum:21)
  3. Siapa yang bersegera untuk menikah, Insya Allah akan selalu mendapat “Berkah”, baik dalam keadaan susah maupun dalam keadaan senang. tiap langkahnya penuh hikmah, tiap amal perbuatannya penuh berkah & kebaikan. hal ini sebagaimana di tandaskan dalam do yang selalu di baca Nabi untuk mereka yang menikah: ”Semoga Allah selalu memberkati kalian dalam kondisi baik maupun dalam kondisi buruk,serta mempersatukan kalian dalam kebaikan.”(HR. Abu Hurairah)
Merawat Cinta & Keharmonisan Pasutri Dengan “3M”:
1.  Maklum
Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan & kekurangan,    begitupun dengan pasangan kita. Maka bila ingin langgeng pernikahan kita, masing – masing harus memaklumi satu sama lain baik kelebihan, kekurangan maupun keunikan-keunikan khusus pasangan kita. Kita harus bisa terima dia apa adanya.
2.   Motivasi
Pasangan kita adalah amanat yang di titipkan Allah kepada kita untuk kita jaga, rawat dan kita bahagiakan, bukan untuk kita sengsarakan apa lagi ditindas. bila pasangan kita sudah baik, tugas kita adalah memotivasi dia agar bertambah baik. Bila ia belum baik, tugas kita adalah memotivasi dia agar berusaha jadi orang baik.
3.   Maaf
Nabi pernah bersabda bahwa manusia itu tempatnya salah dan lupa. Karena pasangan kita juga manusia maka wajar bila terkadang salah dan lupa. Kita pun demikian, sering salah dan lupa, baik di sadari maupun tidak. Untuk itu, pintu maaf kita harus lebar buat pasangan kita. Selama Kita Masih Bisa Memaafkan, Selama Itu Kita Bisa Mempertahankan Jodoh & Keharmonisan Rumah Tangga. Mengapa banyak orang bercerai? kerena masing – masing sudah tidak bisa lagi memaafkan satu dengan lainnya.

Rabu, 05 September 2012

Galau Galau Galau

Aduh, statusnya GALAU mulu niy... So, what gitu loch…

Apa sih GALAU itu?

GALAU adalah suatu perasaan di lema.
GALAU adalah sebuah pengambilan keputusan yang tidak pernah final.
GALAU adalah suatu fikiran jangka pendek yang berubah ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh,bosan dll.
Biasanya hal ini yang menyebabkan GALAU. Lalu di berilah nama GALAU.

GALAU adalah suatu hanyalah khayalan tingkat tinggi yang telah bercampur dengan fikiran atau persoalan pribadi yang nyata (contoh: satu menit yang lalu menghayal tinggal di bulan, setelah itu tiba tiba pusing mikirin hutang, terus tiba tiba pusing mikirin si udin).

Jadi intinya GALAU adalah sebuah fikiran yang tidak dapat di cerna otak, karena sifatnya yang berubah ubah dan membuat otak yang lelah bertambah lelah.

Biasanya GALAU adalah pilihan atas rasa jenuh dan bosan. Artinya dari pada bengong, mending mikirin sesuatu ( Komentar Orang GALAU: ini komentator sepertinya tergila - gila sama Syahrini).

GALAU terjadi mendadak akibat rasa sadar. Misalnya dia banyak hutang dan persoalan pribadi (Komentor: Berarti Salah satu cara menghindari GALAU? bayar hutang dong?).

Lalu kemudian pergi nongkrong ketawa ketiwi di rumah temannya. Lalu tiba tiba dia sadar di punya banyak persoalan yang belum tuntas. Akhirnya GALAU deh.


GALAU itu adalah keadaan dimana kita jadi sedih dan murung karena memikirkan sesuatu, secara mendadak bisa dibilang Manyun Sindrom. Ya, Manyun secara dratis, dimana secara dratis gerak bibir menjadi manyun secara tidak wajar ! waw mengesankan !. Emosional seseorang akan turun dratis menuju titik kesedihan paling dasar.
Penyebab itu semua hanya satu yaitu, ” Banyak pikiran !”. Banyak pikiran yang dimaksud adalah , Bisa jadi karena terlalu banyak memikirkan sesuatu yang nggak jelas. Padahal, sumpah secantik-cantiknya cewek kalau manyun, itu jelek. Hal tersebut berlaku untuk para kaum laki - laki.. “Melancholis deh istilah kerennya. GALAU sepertinya memang lagi ngetrend ya saat ini. Terutama di kalangan Remaja dan pelajar, seperti aku contohnya hahai, alay, padahal engga lah yaw. 
GALAU ini harus di basmi karena menjengkelkan umat ababil! Coba anda bayangkan, Misalnya anda secara nggak sengaja lagi mojok atau menyender di pojokan ruang kelas . Pasti eh teman sebangku anda dengan santai dan tanpa dosanya datang dan menyapa anda terus bilang Eh lo kenapa?, lo lagi GALAU ya?. Saran aku, kalau anda pernah mengalami hal seperti itu. Cuma satu jalan keluarnya !. Apakah itu? yaitu bawa Shampo !!. Jadi kalau sewaktu waktu teman anda datang ke arah anda, dan lagi - lagi nanya Anda kenapa anda oh, lo lagi GALAU ya?. Kan setidaknya anda bisa menjawab. HEH, LO BUTA YA? NGGAK LIAT AKU BAWA SHAMPO !?, AKU LAGI KERAMAS ! BUTA YA?. Ya, setidaknya biasanya yang ada dibenak orang adalah, ketika ada orang bawa Shampo sudah pasti pilihannya hanya dua, lagi mandi atau Keramas. Ya, Keramaslah pilihannya !.

Hari Gini, siapa sih orang yang nggak pernah GALAU? Wong Presiden aja GALAU apa lagi rakyatnya? Ya iyalah. GALAU adalah Hak dan milik semua orang, contohnya?
Oke, Contohnya aja seorang nenek. Seorang nenek biasanya suka resah mikirin umur. Nah itu adalah GALAU Ala Nenek. Ada lagi nggak? Ada. Orang tua kita, jangan salah, orang tua kita adalah orang yang paling sering banget GALAU, yaitu GALAU mikirin kebutuhan kita sehari-hari. Itu baru mikirin kebutuhan belum kirin mikirin kelakuan tingkah nakal anaknya ( makannya bae - bae lo tong, banyaklah beribadah selama bulan puasa ! #korban Iklan).
Intinya, GALAU adalah cerita, ya GALAU adalah kebiasaan seseorang yang sering dan suka banget bercerita kepada siapa saja dan di mana saja, yang tujuannya agar semua orang tahu apa yang sedang terjadi apa dirinya.
Kata siapa? Aku nggak bisa bilang kata siapa kata siapa, tapi yang jelas itu semua menurut orang yang sering GALAU yaitu diri aku sendiri. Haha.

Cara Mengatasi GALAU versi Ustadz/Ustadzah:

Siapa yang tidak mengenal kata GALAU? Belakangan istilah ini menyerang dunia bak wabah menular. Karena tidak hanya di berbagai perbincangan dan status pada jejaring sosial saja yang mengonsumsi istilah ini. Tetapi, istilah ini juga bersanding dengan berbagai produk iklan di media.

GALAU adalah perasaan bimbang, bingung, khawatir, resah atau perasaan sejenisnya. Hal ini merupakan gejala psikologis yang dapat melanda setiap orang. Kondisi seperti ini dapat terjadi ketika seseorang dibenturkan dalam suatu pilihan atau sedang menantikan sesuatu. 

Hal-hal seperti inilah yang membuat emosi seseorang menjadi labil. Dengan demikian, seolah-olah setiap orang berhak merasa GALAU. Bahkan, para nabi pun pernah merasakannya.
Seperti kisah ibunda Nabi Musa pada saat bayinya harus dihanyutkan di Sungai Nil (QS Al-Qashash : 10) dan Nabi Ibrahim saat mencari tuhan (QS Al-An'am: 76-79) dan saat dia harus menyembelih putranya sendiri.

Begitu pula saat seseorang merasa jenuh dan lelah. Bahkan, dapat dikatakan hampir putus asa. Sebagaimana kisah Rasulullah SAW yang gelisah dengan janji Allah pada saat perang badar (QS Al-Baqarah: 214). Jika para nabi yang dijaga hatinya saja dapat merasa GALAU, apalagi kita sebagai manusia biasa.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa GALAU adalah hal yang negatif. Padahal, semua itu tergantung si penderita GALAU menyikapinya. Jika berbagai ide, inovasi, kreativitas dan lain-lain dapat menjamur setelah mengalami keGALAUan, Mengapa tidak? Bukankah Alquran itu turun berangsur-angsur untuk meneguhkan hati Nabi Muhamad SAW yang sewaktu-waktu dapat GALAU?

Dengan demikian, keGALAUan itu merupakan proses seseorang untuk merestart program diri. Layaknya orang berlari dan melompat jauh. Maka ia hendak mundur sejenak terlebih dahulu untuk menyesuaikan langkahnya.

Jangan biarkan GALAU merampas fokus kita! Jadikan ia sebagai momen untuk selalu bercengkrama dengan-NYA. Sebagaimana riwayat dari Jabir bin Abdullah, “Rasulullah mengajari kami istikharah pada segala macam urusan kami. Sebagaimana beliau mengajari kami sebuah surat dalam Alquran. (HR Bukhari)”.

Selain itu, meskipun modernisasi menyeret manusia untuk mencari penawar GALAU melalui teknologi. Seperti penggunaan Gadget Theraphy sekarang ini. Tetapi, sebenarnya syariat Islam telah menyediakan terapi yang sesuai dengan kebutuhan psikologis manusia.
Manusia yang cenderung butuh orang lain dan kerap kali ingin didengar curahan hatinya. Dengan demikian, keGALAUan membuka jalan untuk silaturahim (QS An-Nisaa :1) dan memusyawarahkan segala permasalahan (QS Ali-Imran: 159). 

Ketika kerap kali keGALAUan itu menyerang, hendaklah kita melapangkan dada. Tancapkan keyakinan bahwa Allah meringankan beban yang ada di bahu kita. Sebagaimana yang tersirat dalam surat al-Insyiroh.

Jangan lupa! Untuk selalu membentengi hati dengan do’a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW “
Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijali.

Cara Mengatasi GALAU versi Motivator:

Cara Mengatasi GALAU Tingkat Tinggi –
GALAU adalah ketika ketika merasakan pikiran yang bercampuk aduk. Ketika kita memilih diantara 2 pilihan atau lebih, kita akan merasa bingung atau GALAU. Apalagi kalau masalah percintaan ? Waduh bisa sampe bunuh diri tuh (bagi orang yang tidak punya otak). 

Nah, pada saat keGALAUan datang, kita akan lebih terbiasa menyendiri atau melamun, dan hal itu membuat aktivitas kita yang lain akan terhambat juga. Namun jangan khawatir karena pada kali ini saya akan membahas bagaimana mengatasi keGALAUan (baca : Kata Kata GALAU). Ini dia cara mengatasi GALAU itu :

Cara Mengatasi GALAU Tingkat Tinggi

1. Cara Mengatasi GALAU yang pertama
Berhenti menyalahkan dirimu sendiri ; Orang yang GALAU, selalu saja menyalahkan diri sendiri. Nah, hal itu adalah kebiasaan yang kurang tepat karena dengan menyalahkan diri sendiri, banyak orang yang rela bunuh diri hanya karena diputuskan pacar (GALAU) Idiiiihhhhh, tolol amat!! Anggaplah semua ini hanya sebatas permasalahn di dalam pengalaman bercinta, sebab cinta itu tidak hanya bahagia saja. Diri anda adalah sesuatu yang nyata, maka dari itu ekspresikanlah apa yang ada di pikiranmu. Kita semua adalah makhluk yang memiliki kelebihan masing-masing. So, kenapa masih menyalahkan diri sendiri ?

2. Cara Mengatasi GALAU yang kedua
Memahami bahwa segala ujian merupakan tingkat kenaikan level ; Nah, setuju tidak jika saya bilang begini. Semua permasalahan cinta itu adalah ujian dari Tuhan agar kita lebih menaikkan level dalam dunia percintaaan ? Kalau ada yang kurang setuju, berarti anda masih menyalahkan diri anda, dan itu adalah hal terbodoh. Jangan pernah anda ingin dibodohi oleh cinta! Lewati semua permasalahan itu dan jangan cengeng. Ok ?

3. Cara Mengatasi GALAU yang ketiga 
Hadapi, Jangan dihindari ; Permasalahan yang menyebabkan keGALAUan adalah hal yang harus kita hadapi, jangan dihindari. Karena jika kita menghindarinya, itu akan membuat kita terus membayangkannya karena tidak ada penyelesaian. Nah, ketika anda menghadapinya, masalah yang membuat GALAU itu akan mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar, Nah dengan ditemukannya penyelesaian itu anda akan merasa puas dan terkadang juga masalah itu akan menjadi kenangan dan bahan tertawaan. Hehehe

4. Cara Mengatasi GALAU yang keempat
Merasalah beruntung; Kenapa harus merasa beruntung? Karena dengan keGALAUan itu anda telah memiliki satu pengalaman yang hebat dalam dunia percintaan. Dan ketika anda menghadapi permasalah yang sama, maka anda akan lebih mudah dalam menyelesaikannya. So, beruntung itu bukan hanya mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga bagaimana proses menuju kebahagiaan. tidak akan ada pelangi jika tidak ada sedikit hujan.

5. Cara Mengatasi GALAU yang kelima
Perbanyak sharing dan bergaul dengan teman ; Cara yang kelima ini adalah hal yang lumayan kuat untuk mengatasi keGALAUan kita. Dengan suasana yang ramai dan menyenangkan, itu akan membuat kebingungan menjadi pudar. Namun ingat, setelah pikiran anda rileks, hadapilah dengan segera masalah yang membuat anda GALAU. Teman dapat membantu menyelesaikan masalah dan memberikan kita kesibukan yang bermanfaat. Jadi, gunakan kesempatan itu dengan baik.

6. Cara Mengatasi GALAU yang keenam 
Perbanyak Ibadah dan Berdo’a kepada Tuhan ; Segala permasalahan yang didatangkan Tuhan akan membuat kita menjadi lebih dewasa dalm menghadapi kehidupan ini. Namun harus anda ingat, bahwa usaha tanpa do’a = 0. Tidak ada jalan terhebat dalam mengatasi keGALAUan melebihi pendekatan kepada Tuhan.

Itulah Cara Mengatasi GALAU semoga GALAU anda cepat teratasi :D

Selasa, 04 September 2012

Motivasi Diri untuk Sukses dalam menjalani hidup hari ini



Promise yourself to be so strong that nothing can disturb your peace of mind. 
Berjanjilah pada diri Anda untuk menjadi begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa mengganggu ketenangan pikiran Anda. 
Look at the sunny side of everything and make your optimism come true. 
Melihat sisi cerah dari segalanya dan membuat optimisme Anda menjadi kenyataan. 
Think only of the best, work only for the best, and expect only the best. 
Hanya memikirkan yang terbaik, bekerja hanya untuk yang terbaik, dan mengharapkan hanya yang terbaik. 
Forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future.
Lupakan kesalahan masa lalu dan tekan ke prestasi yang lebih besar di masa depan. 
Give so much time to the improvement of your self that you have no time to criticize others. 
Memberikan begitu banyak waktu untuk perbaikan diri Anda bahwa Anda tidak punya waktu untuk mengkritik orang lain. 
Live in the faith that the whole world is on your side so long as you are true to the best that is in you! 
Hidup dalam iman bahwa seluruh dunia berada di pihak Anda asalkan Anda benar yang terbaik yang ada padamu! 

-Christian De Larson-




See your goal. Melihat tujuan Anda. 
Understand the obstacles. Memahami hambatan. 
Create a positive mental picture. Menciptakan gambaran mental yang positif. 
Clear your mind of self doubt. Membersihkan pikiran Anda dari keraguan diri. 
Embrace the challenge. Merangkul tantangan.
Stay on track. Tetap di jalur. 
Show the world you can do it. Menunjukkan kepada dunia Anda bisa melakukannya.



Senin, 03 September 2012

Hati, Senyuman, Sentuhan, Kasih Sayang, Cinta

Milikilah ...
Sebuah HATI yang  tak pernah MEMBENCI...
Sebuah SENYUMAN yang  tak pernah PUDAR...
Sebuah SENTUHAN yang  tak  pernah MENYAKITI...
Sebuah KASIH SAYANG yang  tak  pernah PAMRIH...
dan sebuah CINTA yang tak pernah BERAKHIR.